Wednesday, February 27, 2019

Menghitung nikmat Allah, Mampukah?

matematika berdzikir

Hello sobat cendekiawan, gimana kabarnya semoga selalu sehat selalu ya. Kali ini, kita mau membuat artikel tentang “Menghitung nikmat Allah, Mampukah?”. 

Artikel ini anti-mainstream karena ada dua sudut pandang yang berbeda antara unik dan kurang kerjaan, bener gak hehe..

Dibilang unik karena satu jarang sekali dibahas tentang tema diatas, yang kedua metode yang digunakan untuk menghitung nikmat Allah ini menggunakan pendekatan limit jumlah riemann (salah satu jurus sakti dalam matematika)

Dibilang kurang kerjaan banget karena, nikmat yang diberikan oleh Allah itu bukan untuk dihitung tapi disyukuri, dan kita sebagai manusia gak ada apa-apanya dan gak bisa apa-apa tanpa-Nya.

karena Allah sudah tetapkan bahwa manusia tidak akan pernah akurat atau valid untuk menghitungnya. namun manusia hanya bisa melakukannya dengan pendekatan saja. 

Sebab didalam Qs. An-Nahl ayat 18  Allah SWT berfirman

menghitung nikmat allah
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Sudah jelas atau belum puas? Gimana dong metodenya untuk menghitung nikmat Allah, Mampukah?

Yuk ikutin sampai habis ya…

Sebenernya Tujuan dari artikel ini adalah untuk membuka wawasan cara pandang kita bahwa matematika bukanlah persoalan tentang 1+1 = 2 selesai,

Tidaks…Tetapi bagimana dengan matematika kita  belajar untuk menyelesaikan persoalan hidup yang kian hari permasalahanya semakin kompleks.

Dengan mencoba menghitung nikmat Allah ada manfaatnya loh

Pertama Kita akan semakin mudah untuk memahami kebesaran Allah. kedua mudah bagi kita untuk mensyukuri segala bentuk nikmat yang telah Allah berikan sob, sehingga lebih qonaah (menerima keadaan) nggak gresulo (istilah jawa : terus-menerus mengeluh).

Terus bagaimana kaitaanya nikmat Allah dengan matematika, ada yang tau?

Sebelum masuk ke pembahasan bagaimana menghitung nikmat Allah. Soal hitung-menghitung bilangan, dimatematika ada dua istilah tenar dalam perbendaharaan bilangan matematika, yaitu bilangan diskrit dan bilangan kontinu

Diskrit adalah bilangan yang mudah untuk dihitung atau dicacah karena selalu bulat dalam bilangan asli, tidak berbentuk pecahan, Contoh dari diskrit misalnya manusia, pohon, bola dan lain-lain.

Kontinu adalah sejumlah elemen berhingga yang berbeda atau elemen-elemen yang bersambungan. Jika dalam bentuk bilangan biasanya diwakilkan dalam bentuk bilangan pecahan (bilangan rasional)
Jika bilangan diskrit dan kontinu di tampilkan dalam bentuk fungsi maka perbedaanya akan dilihat sebagai berikut:

menghitung nikmat allah
Grafik 1. Contoh bentuk grafik fungsi diskrit

contoh
 Grafik 2. Contoh bentuk grafik fungsi kontinu

Nah gimana bisakan membedakan mana bentuk grafik fungsi diskrit atau kontinu?

Perbedaannya adalah jika bentuk grafik fungsi diskrit f(x) pada x di tandai dengan noktah (.), jika bentuk grafik fungsi kontinu v(t) pada t berbentuk kurva.

Terus gimana cara menggambar grafik nikmat Allah??
pantengin terus yaa..

Cara Menggambar Grafik Nikmat Allah

Nikmat yang Allah berikan sangatlah banyak jika di kelompokkan ada dua
  • Nikmat yang ada di dalam tubuh manusia (nikmat internal). Contoh sel, jaringan, organ, sistem organ, dll
  • Nikmat yang ada diluar tubuh manusia (nikmat eksternal). Contoh bapak, ibu, adik, anak, Baju, rumah, pena, laptop, android, masalah, uang banyak, konflik, masa sulit, masa senang dll
Pertama Kita ambil sampel nikmat internal, nikmat internal yang akan kita gunakan adalah nikmat mata.
Didalam nikmat mata jika dicacah maka akan sangat banyak sekali nikmat Allah yang ditemukan. Ada nikmat retina, pupil, iris, cornea, lensa, dll

Kedua Nikmat mata tadi dicacah lagi akan ditemukan nikmat Allah yang sangat banyak misalnya didalam retina terdapat sekitar 120 juta sel batang di dalam retina.

Dan manusia mulai menggunakan 1 sel batang retina mulai sejak lahir sampai meninggal. Jika dimisalkan si fulan berumur 63 tahun. Maka selama selang waktu t 63 tahun Itu lah 1 sel batang retina pada mata digunakan manusia

Ketiga pembuatan tabel ilustrasi penggunaan nikmat retina pada manusia pada selang waktu t, akan berbentuk sebagaimana tabel berikut
penggunaan retina mata
Grafik 3. Penggunaan nikmat retina pada selang waktu t ∈[a,b] 
Keempat Pembuatan ilustrasi grafik penggunaan nikmat retina pada selang waktu t ∈ [a,b] 

waktu penggunaan retina
Grafik 3. Penggunaan nikmat retina pada selang waktu t ∈[a,b] 
Bentuk grafik fungsi f(t) nikmat retina merupakan bentuk fungsi kontinu. Mengapa berbentuk fungsi kontinu, karena nikmat yang Allah SWT. Berikan kepada manusia tidak terputus setiap detiknya, sehingga hanya mampu digambarkan pada selang waktu tertutup [a,b].

Terus gimana sih konsep menghitung nikmat Allah itu??

Cara Menghitung Nikmat Allah

  • Melakukan pencacahan Tingkatan tingkatan organisasi kehidupan
Didalam satu tubuh yang bernama manusia terdapat 12 sistem organ diantaranya sebagai berikut :
  1. Sistem pencernaan
  2. Sistem eskresi
  3. Sistem pernapasan
  4. Sistem rangka
  5. Sistem peredaran darah
  6. Sistem saraf
  7. Sistem endokrin
  8. Sistem imun
  9. Sistem reproduksi
  10. Sistem otot
  11. Sistem integumen
  12. Sistem indera
Kemudian didalam sistem organ itu dicacah ada berapa banyak organ tubuh pada setiap sistem organ tersebut.

kemudian pada setiap organ tubuh ada berapa banyak jaringan, didalam setiap jaringan ada berapa banyak sel, terus sel dicacah sampai berapa banyak organel.

kemudian setiap organel dicacah ada berapa banyak molekul molekul yang menyususnnya. Nah itu semua adalah nikmat Allah.
Kemudian pada setiap pencacahan diberi di ilustrasikan dengan sebuah variabel, yang kemudian akan dihitung pada selang waktu t. sebagaimana di contohkan digambar Grafik 3. nikmat retina diatas
  • Membuat Grafik
Membuat grafik masing masing variabel pada selang waktu t. sebagaimana contoh grafik 3. Nikmat retina yang akan kita hitung


rentina mata cendekiawan id
Grafik 3. Penggunaan nikmat retina pada selang waktu t ∈[a,b] 
  • Jumlah rieman
Pengertian : Jumlah rieman adalah kosep dasar dalam menghitung luas wilayah dibawa kurva, dan jumlah riemann ini yang mendasari lahirnya konsep integral tentu (definite), dan merupkan pengembangan dari konsep poligon archimedes.

Cara menghitung luas grafik 3.
Mencacah Nikmat retina pada setiap selang waktu tertentu
kurva kenikmatan dunia

  • Penyelesaian luas wilayah
Menentukan panjang setiap subinterval ∆xi

Menentukan titik awal (xi)

ada tiga pilihan untuk menentukan xi (titik ujung kiri, titik tengah, atau titik ujung kanan)

Menentukan lebar (tinggi) masing masing subinterval dengan fungsi f(x) = x
Caranya :

Titik xi yang diambil adalah titik ujung kanan
Sub intervalnya adalah

cendekiawan id

  • Menentukan jumlah riemann


Jadi prinsipnya jika kita mampu memberikan nilai penggunaan nikmat 1 sel pada retina pada variabel xi  dengan = 1,2,3,…,n. Baru ketemu tuh berapa penggunaan nikmat retina pada satu sel pada selang waktu t,

berdasarkan konsep integral tentu
cendekiawan id
Jadi jika penggunaan satu nikmat yang Allah berikan pada selang waktu t digambarkan dengan rumus integral

Jika dalam satu sel terkecil saja mendapatkan satu rumus integral, maka integral rangkap berapa untuk menghitung satu komponen retina?, gak kebayangkan buanyaknya berapa.
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
“Allah sudah menegaskan dengan Kata  لَا تُحۡصُوهَا  bahwa nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita sangatlah banyak dan kita sebagai manusia sudah digariskan tidak akan bisa menghitungnya”.

Penutup
Di akhir dengan mengutip surat An-Nahl ayat 18 berbunyi
penafsiran terapan
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
  • Kata تَعُدُّواْ (fi’il mudhori’) berasal dari Kata عَدَّ (fi’il madhi) yang berarti menghitung, membilang, atau mencacah. Karena kata تَعُدُّواْ berbentuk fi’il mudhori’ (present perfect continuous tense), maka dapat di artikan sedang/akan/sampai nanti kapanpun kamu sekalian menghitung,
  • Kata نِعۡمَةَ berarti nikmat merupakan kata sifat, tetapi digunakan sebagai kata benda atas pemberian dari Allah. Kata tersebut bentuk tunggal (singular/mufrod), dalam hal ini yang coba akan dihitung oleh manusia. meskipun Allah menyebutkan kata نِعۡمَةَ (nikmat) ini dengan bentuk tunggal tetap saja manusia tidak mampu untuk menghitunggnya
  • Kata  لَا تُحۡصُوهَا  merupakan penegasan bahwa nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita sangatlah banyak dan kita sebagai manusia sudah digariskan tidak akan bisa menghitungnya.

Jadi meskipun dimatematika ada konsep pendekatan untuk menghitung nikmat Allah dengan Riemann sum, itu hanya sekedar konsep. Pada praktiknya manusia tidak akan mampu memperkirakannya dengan tepat

Terima kasih sudah menyempatkan membaca, semoga ilmunya bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi anda dalam memandang matematika lebih dewasa lagi, mohon maaf apabila ada kesalahan dalam setiap katanya.  Kalau ada yang mau mengkritik atau bertanya, bisa tulis di kolom komentar atau kalian bisa klik disini.

See you next time guys…wassalam


Referensi
[1]. Al-Qur'an Surat An-nahl : 18
[2]. Kalkulus Edisi 9 Jilid 1; Varberg, Purcell, Rigdon
Lokasi: Lampung, Indonesia

1 komentar :

This comment has been removed by the author.