Pelayaran
Bangsa Arab telah melakukan pengembangan yang sangat penting pada alat-alat pengintai yang digunakan oleh para pelaut, seperti astarlab dan alat ar-rub'u. Mereka adalah orang yang pertama kali memakai al-buushlah dalam pelayaran di atas ketinggian gelombang laut. Al-Buushlah memang ditemukan oleh bangsa Cina, akan tetapi mereka mempergunakannya untuk perjalanan di darat dan bukan di laut ketika berlayar.Sebagaimana mereka juga telah menggambar peta pelayaran dengan sangat teliti dan warisannya telah dinikmati oleh bangsa Eropa. Keadaan ini telah menjadikan manusia berani untuk mengarungi lautan. Karena sebelumnya mereka hanya berlayar di tepian pantai.
Keadaan ini juga telah memacu bangsa Arab untuk membuat perahu dan mengembangkan industri perkapalan. Maka dari itu, bukan terjadi secara kebetulan apabila penemuan geografi berangkat dari Spanyol dan Portugal, sebab mereka telah berabad-abad hidup bersamaan kekayaan peradaban Islam.
Hal itu dapat kita lihat pada makalah yang ditulis oleh Juan Vernit, guru besar Universitas Barcelona dalam bukunya "Kebudayaan Spanyol-Arab di Timur dan di Barat" yang diterbitkan pada tahun '1978 M, dan pernah diterbitkan di Prancis pada tahun 1985 M.
Dalam tulisannya yang berjudul "Hutang Budi dalam Bidang Kebudayaan kepada Arab Spanyol," ia mengatakan, "Di antara kebaikan yang diberikan oleh bangsa Arab bagi kebudayaan manusia adalah memberikan pengalaman mereka dalam bidang pelayaran, arsitektur, pembuatan perahu, dan menggambar peta geografi dan pelayaran, karena mereka telah terlebih dahulu mengetahui keadaan cuaca dan perubahannya.
Mereka telah mengajarkan ilmu-ilmu kepada Andalusia sejak dini, sehingga mereka berhak mendapatkan kehormatan dalam mengarungi samudera selama berabad-abad lamanya. Tidak diragukan lagi bahwa mereka telah memanfaatkan kemajuan bangsa Ariya yang sebelumnya telah mengarungi tepian pantai Laut Tengah, dan mereka mengembangkannya sehingga mereka pintar dalam hal itu. Bahkan mereka juga membangun pelabuhan-pelabuhan bisnis dan perang di perairan teluk dan perairan Laut Tengah. Di Andalusia, mereka dikenal sebagai raja laut."
Sebagaimana hal itu juga dapat kita lihat pada tulisan seorang orientalis asal Swiss, Von Crimer, "Pelabuhan yang dibangun oleh bangsa Arab pada masa lalu telah menjadi percontohan bagi pelabuhan-pelabuhan yang ada di Eropa. Bahkan banyak istilah-istilah kelautan Arab yang masih dipergunakan oleh pelaut di Selatan Eropa."
Untuk mengetahui lebih lengkap tentang siapa saja ilmuan islam yang berkontribusi dibidang ini, kamu bisa klik di tombol dibawah ini.
Selamat membaca…..
Apa bila ada kritik dan saran, kamu bisa menuliskannya dilink ini,
