Metode Eksprimen dan Teknologi llmiah
Kaum muslimin berpendapat bahwa cara berpikir filsafat dan logika sekalipun menafikan tuntutan masalah pemikiran, akan tetapi itu saja tidak cukup untuk mengatasi masalah pengetahuan alam dan berbagai masalah kebendaan (materi).Karena itu, mereka melakukan eksprimen dan menjadikannya sebagai cara terpenting untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah. Mereka melakukan eksprimen yang menyimpang karena penelitian mereka pada masalah-masalah yang tidak pernah terdetik di dalam benak para ilmuwan bangsa Yunani dan lainnya.
Di antara salah satu contoh dari eksprimen itu adalah eksprimen yang dilakukan oleh Ibnul Haitsam pada cahaya dan bayangan, serta eksprimen yang dilakukan oleh Al-Biruni bahwa melihat Zanrrud dapat mengalirkan air mata ular.
Adapun yang turut memotivasi para ilmuwan muslim untuk mengadakan eksprimen adalah bahwa nilai-nilai Islam menjadikan mereka tidak berpangku tangan dan harus bekerja keras, dan bahwa dengan dihapuskannya perbedaan kasta sosial yang diajarkan oleh Islam, ilmu tidak dianggap menara gading yang tertutup dan hanya diperuntukkan bagi anak-anak dari kasta terhormat.
Akan tetapi, Islam menjadikan ilmu sebagai medan yang harus dipelajari baik oleh rakyat biasa maupun bangsawan. Dengan adanya metode eksprimen ini dan masuknya generasi dari masyarakat umlrm untuk mempelajari ilmu, para ilmuwan muslim semakin banyak bermunculan dan berhasil melakukan penelitian secara teliti.
Bahkan mereka mengungguli berbagai peradaban sebelumnya dalam bidang tekhnologi keilmuan. Maksudnya, teknologi yang secara khusus berhubungan dengan cara pengembangan ilmu itu sendiri dan kemudahan untuk melakukan riset ilmiah, seperti pengamatan bintang-bintang dan penggunaan berbagai macam alat ukur.
Karena itu, kaum muslimin kemudian mengembangkan berbagai yang ada pada masa primitif yang dikenal oleh bangsa Yunani, Yahudi, dan bangsa Suryani. karena mereka lebih memperhatikan pemikiran teoritis dari pada melakukan eksprimen ilmiah - menjadi alat-alat yang lebih maju dan mudah digunakan.
Dan, ini telah terbukti pada alat-alat ukur yang bermacam-macam seperti; penggaris, timbangan, teropong bintang, alat eksprimen dan campuran bahan-bahan kimia, alat bedah, dan peralatan kedokteran. Para ilmuwan muslim tidak hanya sekedar mengembangkan dan meningkatkan fungsi alat-alat itu, melainkan mereka juga menemukan alat-alat baru, diantaranya seperti yang ditemukan oleh Jamsid Al-Kasyi berupa piring yang berisi peta wilayah, dan yang ditemukan oleh Asy-Syarif Al-Idrisi berupa bola globe yang terbuat dari perak.
Metode llmiah (scientific Method)
Metode ilmiah memiliki pengantar pemikiran dan keimanan yang keberadaanya merupakan syarat penting demi tercapai metode ilmiah tersebut. Pada kenyataannya, pengantar-pengantar seperti ini tidak ada pada peradaban mana pun sebelum Islam, bahkan dalam sejarah keilmuan, metode ilmiah datangnya dari Islam secara khusus.Hal ini tidak lain karena Islam adalah satu-satunya agama yang menjunjung tinggi nilai inovatif dan memerintahkan untuk berlaku jujur dan bersih. Di samping itu, Islam juga menganjurkan melakukan eksprimen kepada warisan khazanah keilmuan dengan cara memilih hadis-hadis Nabi dan mengelompokkannya sesuai dengan tingkatan keshahihannya.
Eksprimen kepada warisan khazanah keilmuan ini seolah-olah tidak ada hubungannya dengan metode riset ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Padahal sebenarnya korelasinya sangat kuat, karena eksprimen terhadap kebenaran hadis telah memunculkan keraguan secara ilmiah dan metode mencari hakikat yang sebenarnya.
Karena itu, para ilmuwan muslim seperti Ibnul Haitsam, Al-Bairuni, ]abir bin Hayyan, dan Ibnu Khaldun telah terlebih dahulu menemukan metode ilmiah (scientific method) sebelum tulisan Roger Beacon dan Francis Beacon sampai kepada kita. Karena keduanya juga pernah belajar kepada para ilmuwan Andalusia dan telah membaca metode ilmiah dalam literatur-literatur bahasa Arab yang telah diterjemahkan.
Untuk mengetahui lebih lengkap tentang siapa saja ilmuan islam yang berkontribusi dibidang ini, kamu bisa klik di tombol dibawah ini.
Selamat membaca…..
Apa bila ada kritik dan saran, kamu bisa menuliskannya disini..
