selamat datang di cendekiawan id, kali ini kita akan membahas keterkaitan antara ilmu sosial, humaniora, dan pengajaran islam dengan peradaban dunia, fokus ya..
llmu Sosial dan Humaniora
Pada abad keempat belas Hijriyah, seorang pemikir Arab, Ibnu
Khaldun, telah membuat dasar-dasar ilmu sosial dalam pengantar bukunya " Al-lbar
wn Diwan Al Mubtada'wn Al-Khabflr." Dalam buku itu, ia menguraikan secara panjang
lebar dan cerdas tentang berbagai fenomena sosial berdasarkan metode ilmiah dan
bukan dengan cara mengutip dari para pemikir sebelumnya.
Pada pengantar itu, kita dapatkan juga pendahuluan awal tentang
ilmu ekonomi dan ekonomi politik yang terpikirkan oleh manusia untuk pertama kali.
Kita dapatkan juga bahwa buku ini merupakan buku pertama yang membahas tentang filsafat
sejarah.
Dalam buku " seiarah Dunia" karangan Al-Biruni kita dapatkan
pembahasan penting tentang agama-agama di India, kebiasaan dan tradisi bangsa-bangsa
di kepulauan India, dan tentu saja ini merupakan studi mendalam yang tidak pernah
ada sebelumnya.
Bidang Pengajaran
Universitas Eropa bermunculan seperti universitas Islam dalam
metode dan sistem pembelajarannya serta dalam hal-hal yang bersifat fisik, yang
mana penekanan studi di universitas itu terpaku pada literatur-literatur induk berbahasa
Arab yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin.
Demikian juga dengan buku-buku
Yunani yang telah diterjemahkan oleh kaum muslimin ke dalam bahasa Arab yang kemudian
ditambah dengan penjelasan dan komentar, lalu diterjemahkan oleh orang-orang Eropa
ke dalam bahasa Latin.
Ketika universitas-universitas Islam pengajarannya dilakukan
di teras-teras masjid dan diajarkan ilmu-ilmu agama di samping ilmu-ilmu pengetahuan
alam, humaniora, dan sastra, maka universitas dan sekolah di Eropa dilaksanakan
di teras-teras gereja dan rumah ibadah. Ini jelas berbeda jauh dengan keadaan sebelumnya
pada masa Yunani dan Romawi ketika yayasan pendidikan sepenuhnya dipisah dari tempat
ibadah dan dianggap tidak ada hubungan antara keduanya. Bahkan ketika dibangun universitas
universitas yang besar, bangunannya pun terpisah dari gereja.
Pelajaran agama masih diajarkan bersamaan dengan ilmu-ilmu lainnya
hingga abad kesembilan belas Masehi. Universitas-universitas di Eropa juga mengikuti
cara universitas Islam dalam memberikan ijazah, yang mana para dosen memberikan
ijazah kepada mahasiswa atas kelulusannya dalam belajar dan dengan ijazah itu ia
diperbolehkan untuk mengajar atau memberikan ceramah sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya.
Ijazah ini di Barat kemudian dikenal dengan sebutan "licentia"' yang diterjemah
secara langsung dari kosa kata bahasa Arab "ijazah."
Mahasiswa di universitas-universitas dunia Islam memiliki pakaian
tersendiri yang berbeda dari seragam kampus lainnya dan dari tahun ke tahun. Para
dosen di universitas Islam biasa memakai thailasan (baju panjang seperti jubah)
dan kebiasaan ini kemudian ditiru oleh dosen dan mahasiswa di Eropa sehingga mereka
juga memakai seragam kampus.
Topi seperti itu sampai sekarang masih selalu dipergunakan
pada acara wisuda mahasiswa. Para dosen dan mahasiswa muslim juga biasa memakai
peci, dan peci ini sangat umum pemakaiannya di Andalusia. Orang-orang lalu menirunya
dengan menambah sebagian aksesoris pada bagian luarnya sehingga menjadi topi resmi
universitas, sekalipun pemakaiannya hanya terbatas ketika wisuda.
Sebagaimana dalam universitas dan sekolah Islam juga terdapat sistem "bersebelahan" atau menempatkan mahasiswa dan pelajar dalam asrama yang bersebelahan dengan kampus dan sekolah mereka. Setelah itu, di Eropa juga muncul asrama-asrama kampus untuk para mahasiswa.
inilah gambaran umum dari kondisi saat itu, sehingga banyak sistem pendidikan didunia dipengaruhi oleh islam, untuk tahu tokoh yang berkontribusi lebih lengkapnya, kamu bisa klik tombol dibawah ini
semoga bermanfaat
jika ada kritik dan saran, kamu bisa isi disini

