Friday, October 4, 2019

llmu Sosial dan Humaniora : Warisan Peradaban Islam

llmu Sosial dan Humaniora : Warisan Peradaban Islam cendekiawan id

selamat datang di cendekiawan id, kali ini kita akan membahas keterkaitan antara ilmu sosial, humaniora, dan pengajaran islam dengan peradaban dunia, fokus ya..

llmu Sosial dan Humaniora

Pada abad keempat belas Hijriyah, seorang pemikir Arab, Ibnu Khaldun, telah membuat dasar-dasar ilmu sosial dalam pengantar bukunya " Al-lbar wn Diwan Al Mubtada'wn Al-Khabflr." Dalam buku itu, ia menguraikan secara panjang lebar dan cerdas tentang berbagai fenomena sosial berdasarkan metode ilmiah dan bukan dengan cara mengutip dari para pemikir sebelumnya.

Pada pengantar itu, kita dapatkan juga pendahuluan awal tentang ilmu ekonomi dan ekonomi politik yang terpikirkan oleh manusia untuk pertama kali. Kita dapatkan juga bahwa buku ini merupakan buku pertama yang membahas tentang filsafat sejarah

Dalam buku " seiarah Dunia" karangan Al-Biruni kita dapatkan pembahasan penting tentang agama-agama di India, kebiasaan dan tradisi bangsa-bangsa di kepulauan India, dan tentu saja ini merupakan studi mendalam yang tidak pernah ada sebelumnya.


Bidang Pengajaran

Universitas Eropa bermunculan seperti universitas Islam dalam metode dan sistem pembelajarannya serta dalam hal-hal yang bersifat fisik, yang mana penekanan studi di universitas itu terpaku pada literatur-literatur induk berbahasa Arab yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. 

Demikian juga dengan buku-buku Yunani yang telah diterjemahkan oleh kaum muslimin ke dalam bahasa Arab yang kemudian ditambah dengan penjelasan dan komentar, lalu diterjemahkan oleh orang-orang Eropa ke dalam bahasa Latin.

Ketika universitas-universitas Islam pengajarannya dilakukan di teras-teras masjid dan diajarkan ilmu-ilmu agama di samping ilmu-ilmu pengetahuan alam, humaniora, dan sastra, maka universitas dan sekolah di Eropa dilaksanakan di teras-teras gereja dan rumah ibadah. Ini jelas berbeda jauh dengan keadaan sebelumnya pada masa Yunani dan Romawi ketika yayasan pendidikan sepenuhnya dipisah dari tempat ibadah dan dianggap tidak ada hubungan antara keduanya. Bahkan ketika dibangun universitas universitas yang besar, bangunannya pun terpisah dari gereja.

Pelajaran agama masih diajarkan bersamaan dengan ilmu-ilmu lainnya hingga abad kesembilan belas Masehi. Universitas-universitas di Eropa juga mengikuti cara universitas Islam dalam memberikan ijazah, yang mana para dosen memberikan ijazah kepada mahasiswa atas kelulusannya dalam belajar dan dengan ijazah itu ia diperbolehkan untuk mengajar atau memberikan ceramah sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya. Ijazah ini di Barat kemudian dikenal dengan sebutan "licentia"' yang diterjemah secara langsung dari kosa kata bahasa Arab "ijazah."

Mahasiswa di universitas-universitas dunia Islam memiliki pakaian tersendiri yang berbeda dari seragam kampus lainnya dan dari tahun ke tahun. Para dosen di universitas Islam biasa memakai thailasan (baju panjang seperti jubah) dan kebiasaan ini kemudian ditiru oleh dosen dan mahasiswa di Eropa sehingga mereka juga memakai seragam kampus. 

Topi seperti itu sampai sekarang masih selalu dipergunakan pada acara wisuda mahasiswa. Para dosen dan mahasiswa muslim juga biasa memakai peci, dan peci ini sangat umum pemakaiannya di Andalusia. Orang-orang lalu menirunya dengan menambah sebagian aksesoris pada bagian luarnya sehingga menjadi topi resmi universitas, sekalipun pemakaiannya hanya terbatas ketika wisuda.

Universitas-universitas di Eropa juga meniru universitas dan sekolah Islam dalam memberikan dan beasiswa (scholarship), yang pada mulanya berupa santunan belajar baik berupa uang maupun barang atau keduanya. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa dan pelajar muslim yang tinggal di gedung-gedung yang telah diwakafkan kepada lembaga pendidikan. 

Sebagaimana dalam universitas dan sekolah Islam juga terdapat sistem "bersebelahan" atau menempatkan mahasiswa dan pelajar dalam asrama yang bersebelahan dengan kampus dan sekolah mereka. Setelah itu, di Eropa juga muncul asrama-asrama kampus untuk para mahasiswa.

inilah gambaran umum dari kondisi saat itu, sehingga banyak sistem pendidikan didunia dipengaruhi oleh islam, untuk tahu tokoh yang berkontribusi lebih lengkapnya, kamu bisa klik tombol dibawah ini


semoga bermanfaat
jika ada kritik dan saran, kamu bisa isi disini