Friday, September 27, 2019

Ilmu Geografi dan Geologi : Warisan Peradaban Islam


Geologi di Masa Islam

Para ilmuwan muslim telah berhasil membuat prinsip-prinsip dasar untuk mempelajari ilmu pertambangan (mineralogy), dan untuk pertama kalinya mereka menulis buku ilmiah tentang barang-barang tambang dan batu. Dalam buku itu, secara panjang lebar mereka menerangkan tentang fenomena-fenomena barang tambang dan batu.

Sebagaimana mereka juga membuat eksprimen yang dilakukan pada barang tambang dan batu. Selain dari itu, mereka juga banyak menafsirkan berbagai fenomena hidrologi.

Geografi di Masa Islam

Bangsa Arab dan semua orang muslim sangat memperhatikan ilmu geografi sebagai ilmu teoritis dan studi ilmiah. Bahkan mereka lebih unggul dari pada bangsa lainnya dalam hal ini. Mereka adalah guru bangsa Eropa dalam mengetahui berbagai kawasan bumi dan karakteristiknya.

Demikian juga dengan pengetahuan tentang rute perjalanan di laut, jaringan sungai, dan letak pulau-pulau. Pengetahuan inilah yang justru telah membantu kaum muslimin dalam memperluas wilayah kekuasaan Islam dengan dilakukannya penaklukan dan penyebaran dakwah Islam.

Dengan pengetahuan ini, mereka juga telah melakukan kegiatan bisnis antar negara dan berani untuk melakukan penjelajahan guna membuka kawasan baru dan mengenal keadaan berbagai suku bangsa. Para ahli geografi dan penjelajah Arab telah meninggalkan warisan yang sangat besar bagi kita berupa buku-buku yang dimiliki oleh hampir semua suku bangsa.

Bahkan sekarang menjadi referensi terpenting bagi seluruh dunia dalam ilmu geografi maupun sejarah abad pertengahan. Buku-buku itu berisi tentang ilmu geografi ditinjau dari berbagai aspek, baik yang berhubungan dengan alam, manusia, ekonomi, dan matematika.

Para ahli geografi muslim merupakan orang yang pertama kali mengarang kamus dalam ilmu geografi yang dikenal dengan sebutan "Mu'jam Al-Buldan " Sebagaimana mereka juga menggambar peta dengan sangat detil dan menjadi hadiah bagi bangsa Eropa pada masa pengembangan wilayah.

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang siapa saja ilmuan islam yang berkontribusi dibidang ini, kamu bisa klik di tombol dibawah ini.


Selamat membaca…..
Apa bila ada kritik dan saran, kamu bisa menuliskannya disini...

Bidang Klinik Militer : Warisan Peradaban Islam

klinik militer warisan peradaban islam

Sejarah Klinik Militer

Bangsa Arab telah mengenal klinik yang beroperasi di medan perang yang dilengkapi dengan tenda, peralatan medis, obat-obatan, Para dokter dan ahli bedah. Di antaranya adalah seperti yang dibawa oleh sebanyak dua ratus unta.

Bangsa Eropa telah banyak belajar ilmu-ilmu kedokteran Islam. Bahkan banyak para dokter muslim yang mengajar mahasiswa asal Eropa di Andalusia, Sisilia, dan di sekolah Salerno yang didirikan di kota Salerno di dekat pantai Barat Daya Itali. Sekolah ini merupakan sumber ilmu kedokteran Islam di tanah Eropa. Lusian Leclere menghitung bahwa sebanyak tiga ratus buku kedokteran Arab telah diterjemah ke dalam bahasa Latin oleh orang-orang Eropa.

Tentang kemajuan peradaban Arab dan Islam dalam bidang kedokteran, seorang penulis Inggris bernama Hubert Byrd mengatakan, "Sejak seribu tahun atau lebih, bangsa Arab telah menjadi penunjuk jalan dan pelopor dalam riset ilmiah, terutama di bidang kedokteran. Mereka adalah satu-satunya bangsa yang mengetahui pentingnya rumah sakit dan menganjurkan keberadaannya di berbagai tempat pada masa itu. Rumah sakit dalam makna yanq sebenarnya juga merupakan pusat ilmu dan riset ilmiah, dipimpin oleh para pakar spesialis dan dipelajari oleh mahasiswa yang tekun."

Penulis berkebangsaan Inggris, H. G. Weells menulis dalam bukunya "Ma'alim Tarikh Al-lnsaniyyah," "Mereka (bangsa Arab) jauh lebih maju dalam bidang kedokteran dari pada bangsa Yunani. Mereka mempelajari ilmu gerakan anggota tubuh (fisiologi) dan ilmu pengawasan kesehatan. Ilmu para akrobat dari mereka hampir saja menyamai apa yang kita miliki sekarang, dan banyak cara-cara pengobatan dari mereka yang kita pergunakan pada saat sekarang.

Dalam melakukan operasi mereka mempergunakan obat bius dan mereka telah melakukan operasi yang paling sulit untuk dilakukan pada saat sekarang. Sementara pihak gereja mengharamkan praktik kedokteran ini dan hanya menunggu sembuhnya dengan melakukan ritual keagamaan yang dipimpin oleh para uskup. Bangsa Arab benar-benar memiliki ilmu kedokteran yang sebenarnya."

Seorang orientalis Jerman, Dr. Zigrid Hunke dalam bukunya "Matahari Allah Ada di Barat" mengatakan tentang pentingnya tekhnik pembiusan yang dilakukan oleh bangsa Arab, "Diantara sesuatu yang masih orisinal dan memiliki keutamaan besar bagi kemanusiaan adalah cara orang Arab dalam melakukan pembiusan. Dalam hal itu, mereka sama sekali berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, Yunani, dan Romawi yang mana mereka membuat mabuk orang yang sakit.

Sedangkan cara pembiusan yang dilakukan oleh bangsa Arab pada orang yang sakit bukan berarti membuatnya mabuk melainkan hanya untuk menghilangkan rasa sakit saja, bahkan ini mempermudah untuk melakukan operasi karena orang yang sakit tidak merasakan sakitnya, yaitu dengan melakukan pembiusan secara menyeluruh kepada badan.

Adapun cara penggunaannya yaitu dengan meletakkan obat bius pada kapas, dan obat bius ini berasal dari campuran herbal, avion, dan tare, lalu dikeringkan di bawah matahari. Apabila akan digunakan obat bius ini diletakkan dihidung orang yang sakit dan akan dioperasi. Aromanya akan tercium, lalu pasien tertidur sehingga ia tidak merasakan sakit ketika dioperasi.

Mereka mempergunakan obat bius untuk berbagai macam jenis operasi, seperti operasi usus, sembelit, kandung kemih dan saluran kencing, mengeluarkan batu kerikil dari kandung kemih dan saluran kencing, demikian juga dengan operasi usus besar.

Kalau kita telaah lebih dalam lagi, ternyata tidak ada yang baru di ilmu kedokteran saat ini, melainkan dasar-dasarnya sudah dibangun oleh peradaban islam.

Tentu ini menjadi prestasi besar bagi kaum muslimin, sekaligus memberikan bukti bahwa islam mengajarkan setiap umatnya untuk tetap berada kondisi sehat agar dapat beribadah secara maksimal. Dan ilmu kedokteran dan operasi dibuat untuk mencapai tujuan ini.

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang siapa saja ilmuan islam yang berkontribusi dibidang ini, kamu bisa klik di tombol dibawah ini.


Selamat membaca…..
Apa bila ada kritik dan saran, kamu bisa menuliskannya disini,

Thursday, September 26, 2019

Ilmu Kedokteran : Warisan Peradaban Islam


Kondisi Ilmu Kedokteran Abad Pertengahan

Prestasi yang dicapai oleh ilmu kedokteran Arab lebih jelas karena kita segera melansir pernyataan pakar kedokteran Barat tentang kemunduran yang menimpa dunia kedokteran Eropa pada abad pertengahan.

Dalam buku "Ath-Thib Al-Arabi" misalnya dimuat pernyataan dokter Inggris, Edward J Brown, bahwa Pemerintahan Salib yang ada di benteng Munithirah di Libanon mengirim utusan kepada seorang sastrawan Arab terkemuka, Usamah bin Munqidz, dan memintanya untuk mencarikan dokter Arab untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Ia kemudian mengutus dokter Arab yang beragama kristen, Tsabit. Sepuluh hari kemudian Tsabit. kembali ke negerinya dan menceritakan bahwa ia bertemu dengan seorang laki-laki yang menderita pembusukan pada kakinya dan seorang wanita yang menderita saluran pernafasan. Ia segera mengobati laki-laki itu dengan perban dan mengobati wanita itu dengan memberinya makan dan obat.

LaIu keduanya mulai sehat dan baik keadaannya. Tiba-tiba seorang dokter Eropa datang dan ia mengatakan bahwa pengobatan yang dilakukan Tsabit tidak ada gunanya. Ia kemudian bertanya kepada orang yang sakit, "Mana yang lebih kamu sukai, mati dengan dengan dua kaki atau hidup dengan satu kaki?" Orang itu lalu memilih yang kedua.

Pada saat itu, dokter itu memanggil tentara yang kuat untuk memotong betis orang itu dengan pedang yang tajam. Akan tetapi tentara itu gagal memotong betis pada sabetan pertama. Pada saat ia mengulanginya untuk kedua kalinya, sendi tulangnya terlepas dan orang itu pun langsung mati' Setelah itu, dokter Eropa itu pindah kepada wanita yang sakit, kemudian memeriksanya. Hasilnya, ia mengatakan bahwa setan telah merasuk ke dalam tubuhnya dan ia bersemayam dibagian kepalanya.

Ia lalu memerintahkan untuk membelah kepalanya dan sebelumnya wanita itu harus memakan bawang putih dan minyak. Ketika keadaannya mulai tenang, ia membelah kepalanya sehingga nampak tulangnya dan darah mengalir dengan deras sehingga menyebabkan wanita itu mati seketika itu juga.

Pada saat itu, Tsabit meminta izin untuk kembali ke negerinya dan ia merasa heran dengan tindakan dokter yang bodoh ini. Inilah keadaan dokter Eropa pada masa Perang Salib. Perlu disebutkan bahwa para Uskup Roma mengharamkan operasi dengan alasan bahwa hal ini merupakan penganiayaan pada tubuh manusia yang telah diciptakan oleh Allah SWT, sebagaimana mereka juga mengharamkan pencangkokan anggota badan.

Prestasi Kedokteran Islam

Tentu kondisi yang ada ini berbeda 180 derajat ketika islam memimpin, para dokter muslim memiliki prestasi yang besar dalam berbagai bidang kedokteran dan belum pernah disaingi oleh para dokter dari peradaban mana pun. Prestasi dan penemuan mereka bahkan dianggap sebagai dasar kedokteran modern. Berikut kami sebutkan sebagian dari prestasi dan penemuan mereka: 
  • Orang Arab telah mempelopori kedokteran medis (clinical medicine) yang pada praktiknya dilakukan dengan memeriksa keadaan orang yang sakit di atas kasur dan mengikuti perkembangannya selama berada dalam masa pengobatan. Sebagaimana mereka juga mengadakan eksprimen medis kepada hewan sebelum mereka mempraktikkannya kepada manusia. Inilah sekarang yang menjadi tekhnik pengobatan modern. 
  • Mereka mengetahui pengaruh keadaan jiwa bagi kesehatan penyakit yang diderita oleh anggota badan, terutama pada orang yang terserang penyakit lambung.
  • Mereka menemukan pengaruh infeksi dalam penyebaran penyakit tha'un, sebagaimana mereka menemukan sebab-sebab munculnya cacing Anclestoma dan cacing parasit, sekalipun cacing ini sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan kasat mata. 
  • Mereka menemukan penyakit titanus dan mampu membedakannya dari keadaan luka yang sejenis. 
  • Mereka mengetahui kotoran pada paru-paru dan kotoran pada tulang punggung serta cara pengobatannya.
  • Mereka mengetahui secara detail gangguan psikologis yang menimpa orang yang menderita penyakit kusta. 
  • Mereka mengetahui kecenderungan faktor hereditas dalam mentransfusi darah, yang dikenal dengan sebutan hemofilia. 
  • Mereka menemukan cara menyuntikkan obat di bawah kulit dan mengetahui bagaimana menyelamatkan hidup orang yang menderita kanker tenggorokan dan memberinya makan melalui saluran pencernaan buatan dengan menggunakan pipa dari perak. 
  • Mereka menemukan cara pengobatan patah tulang dan patah persedian tulang. 
  • Para ilmuwan muslim seperti; Ar-Razi, Ibnu Sina, Ibnu Ath-Thabari, Az-Zahrawi, dan Ibnu Zuhr sangat jenius, bahkan mereka mampu mendiagnosa sakit pada tenggorokan dan kerongkongan dan memeriksanya secara langsung dengan kasat mata dan dengan menyentuhkan jari ke dalam rongga mulut untuk mengetahui baik tidaknya tenggorokan, kerongkongan/ dan pita suara. Mereka juga menentukan sentuhannya dan ciri-cirinya serta karakteristik gerakan bagian-bagiannya. Dengan cara ini, mereka mampu mendiagnosa hingga penyakit-penyakit yang jarang ditemukan seperti; tumor kanker dan kelumpuhan pada kantong suara.

Bidang Kedokteran Gigi

Mereka berhasil memperbaiki keadaan gigi yang tidak beraturan dan mengobati berbagai penyakit pada gusi sejak dini. Di samping itu, mereka juga telah mampu mempergunakan emas dan perak sebagai penyangga gigi dan membuat alat untuk memperindah bentuk mulut.

Bidang Kedokteran Mata

Mereka tergolong maju dalam cabang kedokteran ini dan para dokter banyak yang mengambil spesialisasi ini yang dikenal dengan sebutan "al-kahhalin" (spesialis mata). Mereka juga berhasil melakukan operasi untuk menghilangkan cairan biru dengan cara memperbaiki lensa mata menggunakan pipa yang lembut dan baik.

Bidang Pencangkokan Anggota Badan Manusia

Mereka memperhatikan pengcangkokan anggota badan manusia dan mendalami ilmunya secara medis, sehingga mereka mampu membuat suatu penemuan penting seperti penemuan Ibnu Nafis, yaitu sirkulasi pembuluh darah kecil.

Bidang Bedah (Operasi)

Para ilmuwan muslim berhasil mengembangkan metode operasi dan mencapai puncak kemajuannya dari sekedar menggunakan kain lap pada masa primitif hingga sampai pada teknis yang unggul yang didasarkan pada pengalaman dalam mencangkok anggota badan dan berbagai ilmu pengetahuan kedokteran yang mendalam adapun diantara penemuan mereka dalam bidang operasi adalah sebagai berikut: 
  • Mereka menemukan banyak cara dalam melakukan operasi dan berbagai peralatannya yang sesuai dengan semua jenis operasi. 
  • Mereka menemukan pengobatan dengan bius dan menggunakannya secara mudah seperti obat bius pada kapas. 
  • Mereka juga menemukan tekhnik mengikat urat nadi dan pembuluh darah untuk menghentikan darah yang keluar ketika sedang dilakukan operasi. Mereka adalah orang yang pertama kali menggunakan benang buatan dari usus hewan untuk menjahit usus manusia. 
  • Mereka mengembangkan operasi bedah saluran pernapasan dengan sukses, dan mempergunakannya untuk mengobati seseorang dalam keadaan tercekik kerongkongannya. 
  • Mereka berhasil mengobati gangguan pada lever dengan cara operasi dan dengan cara membukanya lalu memanaskannya dengan api.
  • Mereka berhasil menyembuhkan penyakit kencing batu pada saluran kencing dan mampu mengeluarkannya dari saluran alat kelamin pada wanita. 
  • Mereka berhasil memperbaiki fungsi kedua kaki dengan cara mengobati urat darah halus, yang mulai dipergunakan kembali dalam kedokteran modern. 
  • Mereka mempelopori operasi pada berbagai penyakit yang diderita oleh kaum wanita dan operasi kelahiran

itulah gambaran secara singkat menganai keadaan ilmu kedokteran dimasa sebelum islam mendunia dan setelahnya, ternyata dengan sekedar menggunakan kain lap saja, bisa mengubah banyak kesehatan warga eropa. 

lalu bagaimana tanggapanmu terkait artikel ini, apakah kamu setuju? tuliskan dikolom komentar ya..

kalau ingin tahu lebih lengkap ilmuan yang berkontribusi di bidang kedokteran, kamu bisa lihat diartikel berikut

sampai jumpa di lain kesempatan...

Sejarah llmu Pengetahuan Alam : Warisan Peradaban Islam

sejarah ilmu pengetahuan alam cendekiwan id

Sejarah llmu Pengetahuan Alam


Banyak buku-buku Arab yang secara khusus mengupas tentang sejarah ilmu pengetahuan alam dan kehidupan, seperti pengetahuan tentang hewan yang hidup diberbagai lingkungan, sifat dan ekosistemnya, dan juga pengetahuan tentang berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan, baik yang berhubungan dengan sifat, bentuk, ekosistemnya, maupun cara Pemanfaatannya. 

Sekalipun buku-buku dalam bidang ini tidak semaju buku-buku Arab dalam bidang kedokteran, matematika, dan astronomi, akan tetapi pada masa itu buku-buku ini dapat menyaingi buku sejenis yang ditulis dalam bahasa lain, sehingga pengetahuan ini tidak dilewatkan begitu saja oleh orang-orang Eropa, melainkan mereka banyak mengambil manfaatnya. 

Kita dapatkan dalam buku-buku Arab terutama yang ditulis oleh Ibnu Maskawaih, Ikhwan Ash-Shafa, dan Ibnu Khaldun, bahwa mereka telah terlebih dahulu menemukan teori pengaruh lingkungan terhadap makhluk hidup. Mereka memaparkannya secara detail dan bukan hanya sekedar menulis sehingga menimbulkan multitafsir dan pemahaman. Perlu kita sebutkan bahwa bahasa Eropa terutama bahasa Inggris banyak yang meminjam bahasa Arab pada nama-nama tumbuhan dan hewan, misalnya: 
  • Pada nama tumbuhan: Sesame yang berasal dari bahasa Arab "simsim," artichoke (semacam tumbuhan yang bunganya dimakan sebagai sayur) yang berasal dari bahasa Arab "khursyuf," abelmosk yang berasal dari bahasa Arab "hubbul misk," carob yang berasal dari bahasa Arab "kharub," coffee (kopi) yang berasal dari bahasa Arab "qahwah," cotton (kapas) yang berasal dari bahasa Arab " qutn," dan lain sebagainya. 
  • Pada nama hewan: Gazelle (rusa) yang berasal dari bahasa Arab "Ghazzal," giraffe (jerapah) yang berasal dari bahasa Arab "zarafah," jerboa (musang) yang berasal dari bahasa Arab "yatbta'," dan lain sebagainya.
Penamaan tersebut hanyalah segelintir dari kebesaran ilmu yang dikembangkan oleh muslimin saat itu, untuk memahami ilmuan yang berkontribusi, kamu bisa lihat artikel berikut


Jangan lupa share artikel ini jika bermanfaat ya, sampai jumpa di lain kesempatan...

llmu Fisika dan Kimia : Warisan Peradaban Islam


llmu Fisika


Para ilmuwan muslim mengembangkan ilmu ini secara besar-besaran yang sebelumnya hanya sekedar berupa pengetahuan yang berserakan. Mereka berhasil membuat berbagai macam cabang ilmu dan beberapa spesialisasi, terutama ilmu optik, yang pada saat sekarang dikenal dengan ilmu cahaya, atau ilmu penglihatan yang ditemukan oleh Al-Hasan bin Al-Haitsam. 

Mereka juga berhasil menemukan berbagai karya-karya besar dan penting dalam hal ini, serta banyak melakukan penambahan pada ilmu hidrostatik yang telah dirintis kebudayaan Yunani.

llmu Kimia


Ilmu kimia adalah ilmu Mesir kuno yang kembali digagas oleh para ilmuwan muslim dan berhasil mencapai kemajuan yang sangat besar dalam bidang kimia, di antaranya al-ahmaadh, al-qalawiyyat, al-amlah dan menemukan berbagai peralatan kimia. 

Banyak di antara kosa kata bahasa Arab yang dipakai untuk namanama bahan kimia dalam bahasa Inggris, seperti anline yang berasal dari kata "an-niilah," alkali yang berasal dari kata "alqali," alkohol yang berasal dari kata "kohol." 

Demikian juga dengan nama-nama bahan-bahan laboratorium, seperti jar (guci / kendi) yang berasal dari kata "jarrah," alembic yang berasal dari kata "abiiq" dan lain sebagainya. Sebagaimana mereka juga berhasil mengembangkan cara memadukan barang-barang tambang dan menjadikannya sebagai bahan-bahan kimia. 

Mereka juga berhasil dalam membuat berbagai macam kerajinan dari besi dan baja. Banyak buku-buku Arab tentang kimia yang telah diterjemah ke dalam bahasa Latin, bahasa Spanyol dan bahasa Inggris, dan telah tersebar di berbagai negara di Eropa sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan kimia di Inggris dan Eropa. 

Tentang penemuan ilmuwan muslim dalam bidang kimia, Gustav Le Bon mengatakan, "Kalau bukan karena prestasi yang dicapai oleh bangsa Arab berupa penemuan-penemuan niscaya Lapoz tidak mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam air dan udara."

Itulah gambaran untuk perkembangan ilmu fisika dan kimia di tangan muslimin, untuk lebih detail mengenai tokoh yang berkontribusi kamu bisa lihat artikel berikut


Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke teman temanmu ya

Sampai jumpa di lain kesempatan...

llmu Astronomi : Warisan Peradaban Islam

astronomi islam cendekiawan id

Islam sebagai motivator pengembang ilmu astronomi 

Agama Islam sendiri merupakan motivator terbesar untuk pengembangkan ilmu astronomi. Dari satu sisi,Islam memiliki kepentingan untuk mengetahui waktu-waktu pelaksanaan shalat dan penentuan arah kiblat, sedangkan pada sisi yang lain nash-nash Al-Qur'an secara terang-terangan mengajak untuk melihat ke ufuk untuk mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah dan keindahan ciptaan-Nya.

AkaI orang muslim siap untuk memenuhi ajakan ini. Karena itu, bangsa Arab mulai mendalami ilmu ini dengan cara menerjemahkan warisan bangsa-bangsa lain dan mempelajarinya. Setelah itu, mereka berusaha untuk mengadakan penelitian sendiri dan mengembangkan teropong bintang serta membuat penemuan baru dalam hal itu.

Para ilmuwan muslim kemudian berhasil memanfaatkan ilmu matematika yang dikuasainya dan mengembangkan secara besar-besaran sehingga mereka mampu memadukan antara astronomi dan ilmu matematika. Dari sinilah mereka mampu menciptakan karya-karya astronomi yang besar. Adapun sebagian dari karya astronomi tersebut adalah sebagai berikut:

No Progres Penelitian - Hasil
1 Meneliti tentang peristiwa gerhana matahari dan bulan serta mencari penyebabnya, sebagaimana mereka mencari penyebab-penyebab yang berhubungan dengan berbagai fenomena alam dan perbintangan lainnya seperti tenggelam dan terbitnya matahari, lingkaran sinar matahari (corona), waktu-waktu terbitnya bulan, serta fatamorgana.
2 Mengetahui perbedaan antara planet-planet dan bintang-bintang, dan meneliti tempat- tempatnya, serta membagi bintang-bintang ke dalam gugusannya seperti yang kita ketahui saat ini. Lebih dari itu, mereka juga mengukur besar dan jaraknya antara planet-planet tersebut dengan bumi dengan tekhnik penghitungan matematika astronomi.
3 Mengukur lingkaran bumi dengan teknik penghitungan matematika astronomi
4 menghitung lamanya perhitungan tahun berdasarkan jalannya matahari dengan teliti dan mencengangkan.
5 Mereka meneliti perbedaan waktu antara musim semi dan musim gugur.
6 Mereka juga berhasil menentukan ketinggian kutub. Mereka mendahului astronom Jerman, ]ohannes Kepler dalam menemukan bentuk peredaran sebagian planet.
7 pertama kali membuat dasar-dasar ilmu fisika matahari (solar physic) yang pada saat ini sangat dikenal
8 Berhasil mengembangkan metode Ptolemaeus -- yang berbeda dengan gambaran Claudius Ptolemaeus tentang benda-benda luar angkasa. Teori inilah yang kemudian dikembangkan oleh Astronom Belanda, Copernicus, dan dianggap sebagai revolusi dalam ilmu astronomi.

Kurang lebih itu adalah sekilas karya yang menjadikan ilmuan muslim sebagai tonggak ilmu astronomi. untuk ilmuan siapa saja yang berkontribusi di bidang ini, kamu bisa lihat di artikel berikut.


Selamat membaca, jangan lupa share artikel ini jika bermanfaat,
Sampai jumpa di lain kesempatan..

Wednesday, September 25, 2019

Ilmu Matematika dan Geometri : Warisan Peradaban Islam

ilmu matematika dan geometri cendekiawan id

Penemuan Ilmiah Terbesar 

Dalam ilmu hitung, Para ilmuwan telah berhasil mengutip angka-angka India yang berjumlah sembilan dan angka nol, kemudian mengembangkannya dan mempergunakannya untuk berbagai kepentingan yang didasarkan pada ilmu hitung.

Pengutipan angka-angka ini dianggap sebagai penemuan ilmiah terbesar yang turut memberikan kontribusi bagi pembangunan peradaban modern, karena berbagai kegiatan yang didasarkan pada ilmu hitung dalam melakukan riset ilmiah sebelumnya dilakukan dengan menggunakan huruf dan angka Romawi yang tentu sangat menyulitkan.

Angka warisan peradaban islam berdasarkan sudutnya

Memadukan Berbagai Ilmu Hitung

Di samping itu, ilmuwan muslim telah berhasil memadukan antara cara menghitung ala India dan Yunani, sehingga dengan mudah dapat ditulis di atas kertas dengan tinta, sebagai ganti dari cara penulisan angka di atas pasir yang dilakukan oleh bangsa India. Dengan demikian mereka telah menemukan cara baru yang lebih sederhana, namun lebih jelas dan teliti.

Mereka juga menemukan pecahan desimal sejak awal sehingga memudahkan penghitungan bilangan pecahan yang masuk ke dalamnya. Dari penemuan ini, mereka berhasil mewujudkan revolusi yang sempurna dalam ilmu matematika, ketika mereka menggagas ilmu Aljabar dan menghubungkannya dengan ilmu geometri.

Sebelum ditemukan oleh orang Arab, ilmu Aljabar berserakan dalam berbagai literatur Babilonia, India dan Yunani. Kemudian ilmuwan muslim mengumpulkannya dan menertibkannya dalam kerangka yang berhubungan agar tersusun dengan rapi dan mudah untuk dirumuskan sehingga menjadi ilmu Aljabar dan Almuqabalah.

Setelah itu, mereka mempergunakan rumus-rumus Aljabar tersebut dalam berbagai penelitian dan penemuan mereka, sehingga mereka mendapatkan teori dua sisi sebelum Newton dan rumus-rumus yang berkesinambungan. Mereka juga mempelopori penemuan cara menghitung logaritma yang merupakan sebuah revolusi dalam ilmu matematika.

Dengan berpedoman pada ilmu Aljabar, mereka berhasil mempergunakan alat hitung yang sesuai untuk melakukan penelitian di berbagai disiplin ilmu lainnya. Hal itu dapat kita lihat dalam perkataan Kaguri sebagai berikut, "Akal kita merasa kagum ketika melihat berbagai karya bangsa Arab dalam ilmu Aljabar."

Ketika upaya penghitungan astronomi menyeb abkan dikembangkannya pengetahuan yang sederhana yang dikenal dengan sebutan sudut segi tiga dan sisi-sisinya, para ilmuwan matematika muslim turut serta meIaksanakan tugas ini dan mereka menggagas ilmu hitung trigonometri, kemudian dari ilmu ini mereka membuat ilmu hitung trigonometri berbentuk bola (Spherical Trigonomitri) yang menjadi pedoman dalam ilmu astronomi. Sebagaimana mereka juga mempelopori ilmu kalkulus dan untuk pertama kalinya membuat rumus geometri analisa (Analitical Geometry).

Ilmu Geometri Islam

Para Ilmuwan muslim juga mengembangkan gambar geometri secara besar-besaran, sehingga dapat dengan mudah dipergunakan untuk berbagai keperluan dalam bidang teknologi dan arsitektur. Mereka juga membuat gambar pada dataran bola sehingga dapat rnemudahkan studi astronomi.

cendekiawan arsitektur muslim
Geometri Arsitektur Muslim

Contoh gambar geometri yang sering digunakan di arsitektur muslim

Jika kita membandingkan arsitektur diberbagai belahan dunia, kamu pasti akan menemukan bahwa arsitektur paling rumit adalah karya muslimin, karena setiap bentuk yang dihasilkan merupakan paduan dari banyak bangun dasar namun terpolakan dengan epik. 

Mantap kan karya ilmuan muslim terdahulu?

Untuk kembali ke artikel induk, kamu bisa klik tombol berikut

150+ ILMUAN TERKEMUKA ISLAM


Selamat datang di Cendekiawan id, pada kali ini kita akan membahas banyak sekali ilmuan muslim yang mungkin kita sama sekali belum pernah mengdengar namanya. Semoga dengan membaca ini, nantinya kamu bisa mengenal lebih banyak dan lebih dalam lagi sosok muslimin yang berkontribusi di kancah internasional.

Kita mulai dari kebangkitan masa keemasan, Islam menorehkan sejarah yang akan diingat sepanjang masa. Para ilmuwan Islam berlomba-lomba dalam hal ilmu pengetahuan dengan harapan memberikan sumbangsih bagi agama masyarakat, dan generasi sesudahnya. Tercatat misalnya Al-Khawarizmi yang menemukan metode aljabar dan Ibnu Sina yang memberikan Peran besar di bidang ilmu kedokteran. 

Dan, masih banyak lagi ilmuwan Islam yang menyumbangkan tenaga, pikiran, jiwa, dan hartanya untuk menggali penemuan-penemuan baru untuk kesejahteraan umat manusia. Hal ini tidaklah mengherankan karena Islam dalam banyak ayat Al-Qur'an menganjurkan umatnya untuk memberdayakan kemampuan berpikir, menimba ilmu pengetahuan, merenungi alam semesta, dan yang lainnya. 

Sehingga akhirnya terciptalah para penemu dan pakar di segala disiplin ilmu pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk motivasi sekaligus inspirasi bagi generasi penerus perjuangan Islam supaya mau bersusah payah menuntut ilmu dan melakukan riset agar bisa mencapai ketinggian ilmu pengetahuan sebagaimana yang telah dicapai oleh nenek moyangnya. 

Selain itu, supaya generasi sekarang tidak terlalu silau dengan kemajuan Barat yang sebenarnya dicapai karena mempelajari penemuan dari nenek moyang kita. Bukankah sangat disayangkan jika penemuan nenek moyang kita dipelajari orang lain dan menyebabkan mereka maju. Bahkan, sangat disayangkan lagi ketika akhirnya mereka mengklaim apa yang mereka capai hari ini merupakan warisan dari peninggalan nenek moyangnya, padahal semua itu sebenarnya adalah warisan dari nenek moyang kita. 

Semoga artikel yang kita bahas ini, bisa bermanfaat sebagai wawasan sekaligus motivasi bagi semua umat Islam supaya lebih gigih lagi untuk menuntut ilmu dan melakukan riset-riset ilmiah demi terciptanya masyarakat Islam yang maju dan qur’ani.


Tujuan Pembahasan Tokoh Islam


Artikel ini dibuat bukan agar kita terpaku dengan masa lalu, namun agar kita bisa memetik hasil dari sejarah yang ada dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Terdapat 2 tujuan dituliskannya artikel ini, yaitu :


  1. Agar kita mengetahui warisan keilmuan dan pemikiran yang kita miliki dan mengetahui bahwa apa yang dikatakan oleh orang-orang Barat tentang hal itu hanyalah kebohongan dan tipu daya kepada kita.
  2. Pengetahuan tentang warisan keilmuan dan pemikiran ini akan membantu kita mendapatkan rasa percaya diri untuk kembali menguasai unsur-unsur peradaban dan mampu bersaing secara ilmiah di bidang teknologi-dengan persaingan yang sehat-terhadap bangsa-bangsa yang maju

Setiap kata dan kalimat penulisan ini terinspirasi dari buku 147 Ilmuan Terkemuka Islam, semoga penulis buku tersebut menuai pahala dari goresan tinta yang ditorehkan untuk menyadarkan bahwa umat islam itu tidak miskin ilmu, bahkan penggagas dari hampir semua ilmu yang ada.


Apa saja isi artikel ini?


Artikel ini merupakan artikel induk, yang nantinya akan berisi daftar link artikel ilmuan terkemuka islam beserta dengan bidang dan sejarahnya. Semoga dengan membaca aritkel ini kita akan lebih percaya diri dalam berkarya. Tentunya dimulai dari pengenalan sejarah kebesaran islam terlebih dahulu.

Berikut ini adalah nama tokoh yang akan kita bahas.
*Tabel berikut dalam tahap update artikel, jadi harap maklum ya kalau belum lengkap

No Nama Bidang-karya
1 Jabir bin Hayyan Division 3
2 Muhammad Bin Musa Al-Khawarizmi Division 3
3 Al-Kindi Division 3
4 Tsabit bin Qurah Division 3
5 Abu Bakar Ar-Razi Division 3
6 Al-Battani Division 3
7 Abu Al-Qasim Az-Zahrawi Division 3
8 Abu Al-Wafa’ Al-Buzjani Division 3
9 Ibnu Yunus Al-Mishri Division 3
10 Al-Hasan bin Al-Haitsam Division 3
11 Abu Ar-Raihan Al-Biruni Division 3
12 Ibnu Sina Division 3
13 Umar Al-Khayyam Division 3
14 Abu Marwan bin Zuhr 3
15 Asy-Syarif Al-Idrisi Division 3
16 Abdurrahman Al-Khazin Division 3
17 Abdul Latif Al-Bagdadi Division 3
18 Al-Jazari Division 3
19 At-tifasyi Division 3
20 Ibnul Baithar Division 3
21 Nashiruddin Ath-Thusi Division 3
22 Ibnu An-Nafis Division 3
23 Ibnu Asy-Syathir Division 3
24 Kamaluddin Ad-Damiri Division 3
25 Jamsyid Al-Kasyi Division 3
26 Ahmad bin Majid Division 3
27 Dawud Al-Anthaki Division 3
28 Bahauddin Al-Amili Division 3
29 Ibnu Abu Ushaibi’ah Division 3
30 Ibnu Aslam Division 3
31 Ibnu Al-Aflah Division 3
32 Ibnu Bajah Division 3
33 Ibnu Buthlan Division 3
34 Ibnu Al-banna’ Division 3
35 Ibnu Al-Tilmidz Division 3
36 Ibnu Al-Jazzar Division 3
37 Ibnu Jazalah Division 3
38 Ibnu Juljul Division 3
39 Ibnu Hazm Division 3
40 Ibnu Khatimah Division 3
41 Ibnu Al-Khammar Division 3
42 Ibnu Rabnu Ath Thabari Division 3
43 Ibnu Rusyd Division 3
44 Ibnu Ar Rumiyah Division 3
45 Ibnu Zuhr Division 3
46 Ibnu As-Sa’ati Division 3
47 Ibnu As-Samh Al-Gharnathi Division 3
48 Ibnu Thufail Division 3
49 Ibnul Awwam Al-Asybili Division 3
50 Ibnu Masuwiyah Division 3
51 Ibnu Al-Majusi Division 3
52 Ibnu Muslimah Al-Majrithi Division 3
53 Ibnu Maimun Division 3
54 Ibnul Haitsam Division 3
55 Ibnu Yunus Division 3
56 Ibnu Wahsyiah Division 3
57 Ibnu Ishak Al-Fazari Division 3
58 Ibnu Ja’far Al-Ghaiqi Division 3
59 Ibnu Al-Hasan Hibatullah Division 3
60 Ibnu Ash-Shalt Al-Andalusi Division 3
61 Ibnu Al-Abbas Al-Jauhari Division 3
62 Ibnu Anan Al-Farghani Division 3
63 Ibnu Anan Al-Murini Division 3
64 Ibnu Al-Abbas An-Nairizi Division 3
65 Ibnu Al-Fath Al-Khazin Division 3
66 Ibnu Al-Qasim Al-Majrithi Division 3
67 Ibnu Kamil Syuja’ bin Aslam Division 3
68 Ibnu Ma’syar Al-Balkhi Division 3
69 Al-Idrisi Division 3
70 Ishak bin Hunain Division 3
71 Al-Astharlabi Division 3
72 Al-Isfizari Division 3
73 Al-Iqlidisi Division 3
74 Al-Akfani Division 3
75 Al-Anthaki Division 3
76 Ulugh Bik Division 3
77 Al-Bada’ Al-Astharlabi Division 3
78 Al-Bathruji Division 3
79 Al-Ba’labaki Division 3
80 Al-Baghdadi Division 3
81 Al-Balkhi Division 3
82 Bani Musa bin Syakir Division 3
83 Al-Buzjani Division 3
84 Al-Bairuni Division 3
85 Taqiyudin Ad-Dimasyqi Division 3
86 At-Tamimi Division 3
87 At-Tifasyani Division 3
88 Tsabit bin Sinan Division 3
89 Jabir bin Al-Aflah Division 3
90 Al-Jildaki Division 3
91 Al-Jauhari Division 3
92 Al-Jili Division 3
93 Al-Hasib Al-Mishri Division 3
94 Hamid Al-Khujandi Division 3
95 Habsyu Al-Hasib Division 3
96 Hunain bin Ishak Division 3
97 Al-Khuzandi Division 3
98 Al-Khalili Division 3
99 Al-Khawarizmi Division 3
100 Dawud Al-‘Aththar Al-Israili Division 3
101 Ad-Dinawari Division 3
102 Rasyidudin Ash-Shuri Division 3
103 Az-Zahrawi Division 3
104 Sulaiman Al-Muhri Division 3
105 As-Samarqandi Division 3
106 Samuel Al-Maghribi Division 3
107 Sinan bin Tsabit Division 3
108 Sind bin Ali Division 3
109 As-Suwaidi Division 3
110 Syamsuddin Al-Khalili Division 3
111 Asy-Syairazi Division 3
112 Ash Shaghani Division 3
113 Ash-Shuri Division 3
114 Ath-Thusi Division 3
115 Al-Amili Division 3
116 Abbas bin Firnas Division 3
117 Ash-Shufi Division 3
118 Abdullathif Al-Baghdadi Division 3
119 Abdullathif Al-Khujandi Division 3
120 Ali bin Ahmad an Naswa Division 3
121 Ali bin Rabnu Ath-Thabari Division 3
122 Ali bin Ridwan Division 3
123 Ali bin Al-Abbas Al-majusi Division 3
124 Ali bin Isa al Astharlabi Division 3
125 Ali bin Isa Al-Kuhhal Division 3
126 Al-Imrani Division 3
127 Al-Ghafiqi Division 3
128 Al-Farabi Division 3
129 Al-Farghani Division 3
130 Al-Fizari Division 3
131 Al-Qazwini Division 3
132 Qusthan bin Luqa Al-Ba’labaki Division 3
133 Quthubuddin Asy-Syairazi Division 3
134 Al-Qalashadi Division 3
135 Al-Kasyi Division 3
136 Al-Kuhhal Division 3
137 Al- Karkhi Division 3
138 Kusyiar Al-jili Division 3
139 Masarjuwaih Division 3
140 Al Ma’mun bin Harun Ar-Rasyid Division 3
141 Al Mahani Division 3
142 Al-Majrithi Division 3
143 Muhammad bin Ahmad Al-Khawarizmi Division 3
144 Al-Muhandis Al-Mishri Division 3
145 Musa bin Maimun Division 3
146 Musa bin Yunus Division 3
147 Najamuddin Al-Mishri Division 3
148 Najibuddin As-Samarqandi Division 3
149 An-Nasawi Division 3
150 An-Nairizi Division 3
151 Al-Muhri Division 3
152 Hibatullah Division 3
153 Yohana bin Masuwiyah Division 3


Sebelum kita membahas tokoh tokoh tersebut, ada baiknya kita juga mengkaji kehebatan ilmuan muslim di berbagai bidang. Berikut ini adalah artikelnya.

Note : harap sabar ya, untuk yang ini sedang dalam update juga, jadi ada beberapa yg belum lengkap

Warisan dan karya Peradaban Bangsa Arab dan Islam

Selamat membaca, luangkan waktu dan tenagamu untuk menggoreskan tinta-tinta peradaban. Karena bisa jadi kamu yang menjadi Ilmuan Muslim selanjutnya.

Kalo kamu merasa artikel ini bermanfaat, yuk ikut bookmark website ini, jangan lupa juga berikan kami kritik dan saran dengan cara klik disini.

Sampai jumpa di artikel berikutnya,

Sunday, August 11, 2019

Hari yang Diharamkan Berpuasa, Kenapa ya?




Hai sobat cendekiawan, selamat hari raya idul adha ya…

Mumpung masih anget-angetnya kita merayakan hari besar kita, jangan lupa ya untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku, salah satunya adalah larangan berpuasa untuk umat islam..
Ehh, mau puasa, kok dilarang?

Eitss, tenang dulu, ternyata semua itu ada alasannya kok. Yuk langsung kita bahas


Hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa


1. Hari Raya Idul Fitri

Tanggal 1 Syawal telah ditetapkan sebagai hari raya umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa pada hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa.


2. Hari Raya Idul Adha

Hal yang sama juga pada tanggal 10 Dzulhijjah sebagai Hari Raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.

3. Hari Tasyrik

Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah. Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan hari Raya Idul Adha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa. Namun sebagian pendapat mengatakan bahwa hukumnya makruh, bukan haram. Apalagi mengingat masih ada kemungkinan orang yang tidak mampu membayar dam haji untuk puasa 3 hari selama dalam ibadah haji.

Nah itu sobat, beberapa hari yang tidak diperkenankan untuk berpuasa, jadi totalnya ada 5 hari. kalau pengen lebih bewarna, kamu bisa lihat rangkumannya di gambar berikut


Kenapa ya kok tidak boleh berpuasa?


Ternyata ada hikmah di balik larangan berpuasa di hari Tasyrik menurut Ibnu Rajab.

Yaitu, Ketika orang-orang yang bertamu ke Baitullah telah mengalami keletihan karena perjalanan berat yang mereka lalui, di samping kelelahan setelah ihram dan melaksanakan manasik haji dan umrah, Allah mensyariatkan kepada mereka untuk beristirahat dengan tinggal di Mina pada hari kurban dan 3 hari setelahnya.

Allah perintahkan mereka untuk makan daging sembelihan mereka.

Di saat itulah, mereka mendapatkan jamuan dari Allah, karena kasih sayang Allah kepada mereka.

Sementara itu, kaum muslimin di belahan negeri yang lain, turut menyemarakkan ibadah seperti yang dilakukan jamaah haji.

Kaum muslimin memperbanyak amalan ibadah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Mereka juga disyariatkan untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan bersama-sama berusaha menggapai ampunan Allah dengan menyembelih hewan kurban.

Setelah itu, mereka bersama-sama merayakan Idul Adha dan hari tasyrik.

Setelah mereka lelah dengan memperbanyak ibadah, selanjutnya mereka beristirahat, menikmati hidangan daging qurban di hari tasyrik.

Allah syariatkan kaum muslimin untuk menjadikan hari ini sebagai hari makan-makan dan minum, agar bisa membantu mereka untuk semakin giat dalam berdzikir mengingat Allah dan melakukan ketaatan kepada-Nya

Dan itu merupakan bentuk syukur nikmat yang paling sempurna.

Nikmat yang kita terima, menjadi sarana untuk membantu agar semakin giat melakukan ibadah.

Mengingat keistimewaan hari tasyrik, sebagai orang yang beriman, hendaknya kita maksimalkan upaya untuk mendapatkan limpahan rahmat dan pahala dari Allah di hari itu.

Berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan, memperbanyak amal soleh dan berbagai bentuk ibadah kepada Allah.

Selain itu, ada juga pendapat dari ustad kita, yaitu Ustad Somad.
Beliau bertutur sebagai berikut

“Kata tasyrik berarti cahaya matahari, diambil dari kata syarraqa, yusyarriqu, tasyriq. Mengapa disebut tasyrik atau tasyriq, karena saat itu ada cahaya matahari dan itu waktu yang tepat buat orang-orang Arab menjemur daging,” jelasnya.

Mengapa pula tak boleh berpuasa di hari tasyrik?

“Karena itu masih dalam rangka hari raya Idul Adha. Di hari tasyrik kita wajib makan dan minum, masih boleh memotong daging,” jelasnya. 

Larangan berpuasa bagi umat Islam di hari raya Iduladha didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari.

“Dua hari ini adalah hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam larang untuk berpuasa di dalamnya yaitu Idul Fithri, hari di mana kalian berbuka dari puasa kalian. Begitu pula beliau melarang berpuasa pada hari lainnya, yaitu Idul Adha di mana kalian memakan hasil sesembelihan kalian.” (HR. Bukhari no. 1990 dan Muslim no. 1137)

Atas dalil hadis tersebut, kaum muslimin bersepakat (berijma’) tentang haramnya berpuasa pada dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Sedangkan pengharaman berpuasa bagi umat Islam pada hari kedua hingga ketiga setelah hari raya Iduladha atau hari Tasyrik, didasarkan pada dalil hadis Rasulluah Muhammad SAW:

 “Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141, dari Nubaisyah Al Hudzali). 

Imam Nawawi rahimahullah memasukkan hadits ini di Shahih Muslim dalam Bab “Haramnya berpuasa pada hari tasyriq”.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim mengatakan, “Hari-hari tasyriq adalah tiga hari setelah Idul Adha. Hari tasyriq tersebut dimasukkan dalam hari ‘ied.

Hukum yang berlaku pada hari ‘ied juga berlaku mayoritasnya pada hari tasyriq, seperti hari tasyriq memiliki kesamaan dalam waktu pelaksanaan penyembelihan qurban, diharamkannya puasa (sebagaimana pada hari ‘ied, pen) dan dianjurkan untuk bertakbir ketika itu.”

Itulah hari yang diharamkan berpuasa, gimana nih sobat cendekiawan? Sudah paham belum??
Kalau ada yang ingin ditanyakan kamu bisa menghubungi kami dengan mengisi form di sini. 

Jangan lupa share ke temen-temen ya, siapa tau mereka belum mengerti, "karena berbagi itu indah".